
INDONESIA (LEBANON) INTERNASIONAL, JAYABAYA POS - Berdasarkan laporan terkini pada April 2026, terdapat insiden di mana tentara Israel merusak patung Yeshua Hamashiach : "Yesus Kristus" (Yunani) atau "Isa Almasih" (Arab) (Tuhan sembahan umat Kristen) di sebuah Desa Kristen, Lebanon Selatan. Selain patung, dilaporkan juga adanya penghancuran situs-situs Kristen lainnya, termasuk biara dan sekolah agama oleh pasukan Israel di wilayah konflik tersebut yang memicu kecaman luas dari berbagai pihak termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu tindakan tersebutpun mendorong Kecaman Global dan kemarahan di kalangan komunitas Kristen di seluruh dunia dan kecaman internasional.
Diketahui bahwa, dalam video dan foto yang beredar. Seorang tentara
Israel terekam kamera menggunakan palu godam untuk merusak patung Yesus yang
sudah terjatuh dari salibnya di sebuah desa Kristen di Lebanon Selatan,
dekat perbatasan dengan Israel.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric,
dalam konferensi pers di New York, Rabu (22/4/2026) malam waktu
setempat, menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”.
Pernyataan resmi ini muncul setelah sebuah video beredar luas sejak
Minggu lalu, memperlihatkan seorang prajurit menggunakan kapak untuk
menghancurkan patung Yesus di kota Dibil, Lebanon selatan.
”Pernyataan
kami tegas: penghancuran simbol-simbol agama dan tempat ibadah sama
sekali tidak dapat diterima, terlepas dari agama apa pun itu,” ujar
Dujarric menanggapi pertanyaan wartawan mengenai insiden tersebut.
Tindakan
tentara Israel yang menghancurkan patung Yesus di Lebanon Selatan
(April 2026) dikategorikan sebagai aksi penistaan agama, perusakan
simbol keagamaan, dan pelanggaran disiplin militer.
IDF
mengonfirmasi kejadian tersebut, menyebutnya perilaku tidak pantas, dan
menjatuhkan hukuman penjara militer kepada tentara yang terlibat. Setelah
video dan foto kejadian tersebut viral, Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
mengonfirmasi keasliannya dan langsung mengambil tindakan.
Pihak IDF menyatakan
bahwa, "Tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai mereka dan
berjanji akan menyelidiki insiden semacam ini secara serius," tegasnya.
Perdana
Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan tanggapan keras dan
tegas terkait aksi salah satu tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
yang menghancurkan patung Yesus Kristus di Lebanon Selatan.
Melalui
akun X (sebelumnya Twitter), Netanyahu menyampaikan permohonan maaf
atas tindakan indisipliner yang dilakukan oleh personel militernya.
Netanyahu berjanji akan memberikan sanksi disiplin yang tegas dan
menghukum berat prajurit yang terlibat dalam perusakan tersebut
Ia
menegaskan bahwa, "Tindakan perusakan tersebut tidak dapat diterima dan
bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh militer Israel,"
tegasnya.
Militer
Israel melakukan penyelidikan kriminal atas insiden tersebut setelah
mengonfirmasi bahwa foto/video yang beredar di media sosial adalah asli,
bukan rekayasa.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi keasliannya dan langsung mengambil tindakan.
"Dua tentara yang terlibat dicopot dari tugas tempur dan dijatuhi hukuman 30 hari penjara," kata puhak IDF (23/4/2026).
Menuai Komentar Dan Kecaman Para Tokoh Agama Dan Politik
Sementara
Kepala jemaat Debel, mengecam tindakan prajurit Israel yang menggunakan
godam untuk merusak patung Yesus di desa Debel. Ia menyatakan, "Kami
sepenuhnya menolak penodaan terhadap salib, simbol suci kami, dan semua
simbol keagamaan."tegas Pastor Fadi Flaifel,(21/4/2026).
Flaifel menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia dan tidak mencerminkan peradaban.
"Ini bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia, dan tidak mencerminkan peradaban," lanjut Pastor Fadi Flaifel.
"Ini bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia, dan tidak mencerminkan peradaban," lanjut Pastor Fadi Flaifel.
Ia mengklaim bahwa tindakan perusakan simbol agama seperti ini pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
Meskipun militer Israel (IDF) mengklaim telah berkoordinasi untuk mengganti patung yang rusak, laporan menyebutkan bahwa Pastor Fadi Flaifel dan warga setempat menolak bantuan langsung dari pihak yang menyebabkan kehancuran tersebut.
Meskipun militer Israel (IDF) mengklaim telah berkoordinasi untuk mengganti patung yang rusak, laporan menyebutkan bahwa Pastor Fadi Flaifel dan warga setempat menolak bantuan langsung dari pihak yang menyebabkan kehancuran tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah situasi pasca-gencatan senjata antara Israel dan Lebanon pada April 2026
Kabar tentang serangan terhadap patung Yesus di Lebanon mendorong Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee yang merupakan seorang pendeta Kristen Protestan,menulis di X bahwa "konsekuensi yang cepat, berat, dan terbuka diperlukan".
Para komentator sayap kanan di AS dengan cepat mengecam foto prajurit Israel dan patung Yesus tersebut.
"Mengerikan," tulis Matt Gaetz, seorang politisi Amerika yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Florida yang dikenal sebagai sekutu dekat dan pendukung vokal Donald Trump selama masa jabatannya, ketika ia mengunggah ulang foto itu.(25/4)
Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, juga membagikan foto tersebut dan menulis: "'Sekutu terbesar kami' yang setiap tahun menerima miliaran dolar pajak dan senjata kami."(26/4).
Komentar-komentar itu sejalan dengan jajak pendapat yang menunjukkan penurunan dukungan terhadap Israel di AS. Sebuah survei baru-baru ini oleh lembaga kajian Pew Research Center yang berbasis di AS, menyebutkan 60% orang dewasa AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, naik dari 53% tahun lalu.
Para komentator sayap kanan di AS dengan cepat mengecam foto prajurit Israel dan patung Yesus tersebut.
"Mengerikan," tulis Matt Gaetz, seorang politisi Amerika yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Florida yang dikenal sebagai sekutu dekat dan pendukung vokal Donald Trump selama masa jabatannya, ketika ia mengunggah ulang foto itu.(25/4)
Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, juga membagikan foto tersebut dan menulis: "'Sekutu terbesar kami' yang setiap tahun menerima miliaran dolar pajak dan senjata kami."(26/4).
Komentar-komentar itu sejalan dengan jajak pendapat yang menunjukkan penurunan dukungan terhadap Israel di AS. Sebuah survei baru-baru ini oleh lembaga kajian Pew Research Center yang berbasis di AS, menyebutkan 60% orang dewasa AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, naik dari 53% tahun lalu.
Prilaku Tentara IDF Israel "Blasphemy" Lakukan "Ikonoklasme"
Menanggapi Inseden yang dilakukan tentara Israel terhadap patung sembahan umat keristen tersebut Head
of Research and Development Division of the Central Executive Board of
the International Journalists Association (ASWIN), Irwan Awaluddin kepada
Awak Media mengatakan bahwa,Tindakan tentara Israel yang menghancurkan
patung Yesus di Lebanon Selatan (April 2026) dikategorikan sebagai aksi
penistaan agama, perusakan simbol keagamaan, dan pelanggaran disiplin
militer.
"Penista
agama sering disebut sebagai pelaku penodaan agama, pelecehan agama,
atau penghujat agama. untuk itu Tentara IDF Israel dapat disebut
"Blasphemy". Penghancur simbol atau gambar-gambar keagamaan dapat
disebut juga "Ikonoklasme"," ujar Irwan, (1/5/2026).
"Secara
Hukum, Pelaku penistaan agama di Indonesia dapat dijerat pasal-pasal
dalam KUHP terkait tindak pidana penodaan agama atau penyebaran
kebencian. Dalam konteks yang lebih luas, tindakan ini juga dikaitkan
dengan hate speech (ujaran kebencian) yang menyerang unsur agama,"
tegasnya.
Ia
juga menekankan bahwa, Praktik penghancuran gambar, patung, atau
monumen keagamaan, seringkali dikarenakan alasan politik atau keagamaan
Dalam
Islam Perbuatan mengolok-olok atau menghina agama sering dikaitkan
dengan istilah "Istihza" (mengolok-olok ajaran agama).Di Indonesia,
penistaan agama adalah delik yang dilarang keras, mengacu pada UU No
1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,
Tindakan-tindakan ini dalam konteks hukum di Indonesia dianggap
melanggar aturan terkait keagamaan dan dapat diproses secara pidana,"
pungkasnya.
Diketahui
bahwa umat agama Yahudi Fanatik dalam mengimani kitab Taurat Nabi Musa,
terkait penyembahan selalu berpegang teguh pada Kitab Keluaran 20:1-7
yang berbunyi : "Akulah TUHAN Allahmu yang membawa kamu keluar dari
Mesir tempat kamu diperbudak. Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah
Aku saja. Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa pun
yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi. Jangan
menyembah patung semacam itu, karena Akulah TUHAN Allahmu, dan Aku tak
mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum
sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat. Tetapi Aku menunjukkan
kasih-Ku kepada beribu-ribu keturunan orang-orang yang mencintai Aku dan
taat kepada perintah-Ku!".
(Febrian) JBP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar