Sabtu, 08 Agustus 2026

Identitas Pemilik 995 Senjata Api Jenis Franchi SPAS-15 Kaliber 12 Gauge di Sekolah Jakarta Selatan Berhasil Diungkap Kepolisian


JAKARTA, JAYABAYA POS - Pihak kepolisian mengungkap sosok pemilik senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta, Selatan. Pemiliknya berinisial DS yang merupakan direktur di PT Lokta Karya Perbakin.

"Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Sabtu (8/8/2026).

Dari hasil penyelidikan, DS disebut telah meninggal tahun 2020. Budi mengatakan senjata tersebut telah diamankan untuk penelusuran lebih lanjut.

Budi juga mengatakan pihak kepolisian masih mendalami alasan senjata api berada di yayasan itu, padahal pemilik aslinya telah meninggal dunia.

"Masih didalami oleh Wasendak (Subdit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak) terkait tentang regulasi, regulasi pasti sudah ada, tetapi terkait tentang kenapa berada di pengawasan yang bersangkutan," ucap Budi.

"Harusnya, dokumen apabila meninggal, keluarga melaporkan kepada pihak kepolisian, menyerahkan dokumen, menyerahkan dan bisa menitipkan. Dan itu bisa kembali apakah menjadi hibah kepada keluarga yang bersangkutan ataupun beralih kepada kepemilikan orang lain, itu sudah diatur dalam suatu regulasi," sambungnya.

PT Lokta Karya Perbakin juga telah mengakui kepemilikan 995 senjata jenis airsoft gun yang ditemukan di yayasan sekolah itu. Ratusan senjata disebut legal dan berizin.


(Widi) JBP

Rabu, 05 Agustus 2026

MoU ULT Baru, BNNP Aceh: ULT P4GN Harus Hadirkan Layanan Nyata Bagi Warga Subulussalam

KOTA SUBULUSSALAM, JAYABAYA POS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama Pemerintah Kota Subulussalam memperkuat komitmen dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui penandatanganan Nota Kesepakatan pembentukan Unit Layanan Terpadu (ULT) P4GN, Rabu (5/8/2026).


Kepala BNN Provinsi Aceh dalam sambutannya menyampaikan bahwa narkotika merupakan ancaman serius yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama seluruh komponen bangsa.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani dan Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin sebagai bentuk keseriusan kedua institusi dalam menghadirkan layanan P4GN yang lebih mudah diakses masyarakat.

Kepala BNN Provinsi Aceh mengatakan bahwa, pembentukan ULT P4GN merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan P4GN kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara BNN dan pemerintah daerah.

“ULT P4GN ini kita harapkan menjadi pusat layanan yang dapat memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi, edukasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika,” ujar Dedy.

Menurutnya, penanganan permasalahan narkotika tidak dapat dilakukan oleh BNN maupun pemerintah daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, keluarga hingga masyarakat secara luas.

Keberadaan ULT P4GN di Kota Subulussalam diharapkan mampu memperkuat sistem layanan sekaligus menjadi pintu masuk bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun pertolongan terkait penyalahgunaan narkotika.

“Kalau kita bicara tentang penyalahgunaan narkotika, tentu kita juga harus berbicara tentang rehabilitasi. Saat ini Aceh membutuhkan balai atau fasilitas rehabilitasi yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat Aceh yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain penguatan layanan, Dedy juga menekankan pentingnya dukungan regulasi daerah dalam memperkuat pelaksanaan P4GN. Qanun P4GN dinilai penting sebagai Instrumen Hukum Daerah untuk memberikan landasan yang lebih kuat bagi Pemerintah Daerah bersama seluruh unsur masyarakat dalam melaksanakan upaya P4GN.

Ia juga mendorong adanya penguatan nilai-nilai dan aturan di tingkat masyarakat melalui Reusam Gampong yang memuat ketentuan pencegahan narkoba, termasuk sanksi sosial bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika sesuai ketentuan yang berlaku.

“Reusam ini penting sebagai bentuk kearifan lokal. Kita dapat mengatur upaya pencegahan narkoba di lingkungan masyarakat, termasuk sanksi sosial, sehingga dapat memberikan efek jera dan sekaligus menjadi bentuk kontrol sosial bersama,” katanya.

Menurut Dedy, kekuatan masyarakat Aceh yang memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang kuat harus menjadi modal penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNP Aceh juga menyampaikan bahwa pembentukan ULT P4GN di Kota Subulussalam diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan Nota Kesepakatan semata. ULT harus segera ditindaklanjuti dengan program dan layanan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, WaliKota Subulussalam menyampaikan bahwa, "Persoalan peredaran gelap narkotika di wilayah Kota Subulussalam perlu mendapat perhatian serius dan ditangani secara lebih terstruktur, " ujar M. Rasyid. 

Ia menilai, ke depan perlu segera didorong pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Subulussalam sebagai lembaga vertikal BNN di daerah.

"Keberadaan BNNK dinilai akan semakin memperkuat koordinasi, pelayanan, pencegahan, pemberantasan, serta rehabilitasi bagi masyarakat yang terdampak penyalahgunaan narkotika, " kata WaliKota Subulussalam. 

"Kami siap mendukung pembentukan ULT P4GN yang sangat penting dalam memperkuat layanan P4GN di Kota Subulussalam, " tandas M. Rasyid

BNNP Aceh berharap Pemerintah Kota Subulussalam dapat terus memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan P4GN dengan melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, keluarga, serta seluruh lapisan masyarakat.


(Cut Purnama) JBP

Senin, 03 Agustus 2026

Target Pilkades Tertib, Aman Dan Kondusif, Panitia Pilkades Satria Jaya Gelar Daftar Bacakades Tahap Dua, BPD : 'Jaga Netralitas Aparat!'


KABUPATEN BEKASI, JAYABAYA POS  - Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Satria Jaya kembali menggelar pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa (Baca Kades) TA 2026-2034 Satria Jaya tahap dua di Kantor BPD Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Senin (3/8/2026). 

‎Kali ini menghadirkan pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa (Baca Kades) terjadwal  untuk pagi pukul 8:00 WIB, H Bongkan yang hadir disertai Tim sukses beserta puluhan pendukung dan simpatisan. 

‎Dilanjutkan dengan Bakal Calon Kepala Desa (Baca Kades), Asta Razan yang juga sebagai petahana (Kades Satria Jaya) melakukan pendaftaran sekaligus penyerahan berkas pencalonan diiringi oleh keluarga, Tim Sukses serta ratusan pendukung dan simpatisan pada pukul 15:30 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bakal Calon Kepala Desa beserta keluarga dan Tim Sukses beserta pendukungnya, Ketua Panitia Pilkades beserta jajaran, Tim Monitoring Kecamatan Tambun Utara, Ketua BPD Satria Jaya beserta anggota, perwakilan Desa Satria Jaya, Babinkamtibmas dan Babinsa. 

‎Dalam sambutannya Ketua Panitia Pilkades Satria Jaya. 

‎"Harapan kita bersama mari kita jaga pemilihan Kepala Desa Satria Jaya tahun 2026 dengan tertib, aman dan damai. Mari kita sukseskan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Bekasi khususnya di Desa Satria Jaya, Mudah-mudahan diberikan kelancaran dari awal hingga akhir, amin ya rabbalallamin, "ucap Mujahidin. 

‎Sedangkan Ketua BPD yang baru terpilih lebih menekankan pada aspek edukasi Demokrasi secara aktual dan faktual. 

‎"Perlu kita ketahui bersama bahwa, Pemilihan Kepala Desa Satria Jaya adalah wujud Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.  Dari rakyat yang nyalon, oleh rakyat yang memilih dan untuk rakyat mereka bekerja,  demikian untuk diketahui kita bersama, "ujar H MS Kamaluddin SAp. MSi. 

‎Lanjutnya, " Bahwa Pilkades pesta Demokrasi kita,  oleh sebab itu saya menghimbau beda pilihan jangan menjadi penyebab kita bermusuhan, beda dukungan jangan sampai kita marahan sampai delapan tahun. Kalau kita memang sayang sama Desa Satria Jaya maka wujudkan kebersamaan untuk kita semua, 

‎Ia juga menekankan pada netralitas aparat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) pada proses kontestasi Pilkades Satria Jaya. 

‎"Perlu diketahui bahwa, kami Badan Permusyawaratan Desa Satria Jaya akan bersikap netral dalam Pemilihan Kepala Desa,  dari kami juga menghimbau agar Aparatur Pemerintah Desa Satria Jaya untuk menjaga netralitas kita disaat kita sedang berseragam.  Saya juga berharap bahwa kita sama-sama harus bisa bijak dalam menanggapi isu-isu baik isi negatif maupun positif untuk para Bakal Calon (Balon) di Desa Satria Jaya, " tegasnya. 

‎"Sekali lagi saya mohon kepada Bapak dan Ibu mudah-mudahan dapat memahami.  Kita sama-sama bertekad untuk menciptakan Pemilihan Kepala Desa dengan damai . . setuju (Setuju sontak sorai hadirin setengah berteriak).  Kemudian saya berharap Panitia dapat bekerja dengan menjaga netralitasnya baik dalam segi penerimaan Bakal Calon (Balon),  penelitian berkas calon dan nanti menetapkan Bakal Calon (Balon) menjadi Calon,  mohon untuk dijaga netralitasnya.  Belajar kita Profesional dan menjaga Attitude kita, bagaimana kita menciptakan Pemerintah kita yang bersih diawali dari sekarang!, sekarang kita bersih maka insyaallah Kades yang terpilih nanti yang memiliki jiwa yang bersih, " tandas Ketua BPD Satria Jaya, H MS Kamaluddin SAp. MSi. 

‎Diakhir serah tetima berkas asli maupun salinan terlegalisir, Wakil Ketua Panitia Pilkades Iwanuddin SH memberikan pernyataan tegas bahwa berkas Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) baik H Bongkan maupun Asta Razan telah diterima. 


‎(Iwan Joggie) JBP

Minggu, 02 Agustus 2026

Gencarkan Komsos Dan Edukasi Hukum, Satgas Pamtas RI-MLY Terima Penyerahan ±1 Kg Sisik Trenggiling Dari Warga Perbatasan


KAPUAS HULU, JAYABAYA POS – Kegiatan pembinaan teritorial (binter) berupa komunikasi sosial (komsos) serta edukasi hukum yang dilakukan personel Pos Perumbang Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala membuahkan hasil yang positif. Satgas Pamtas menerima penyerahan secara sukarela ±1 (satu) Kg sisik trenggiling dari seorang warga berinisial JA di wilayah perbatasan. Peristiwa tersebut berlangsung di Dusun Perumbang, Desa Kekurak, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. (2/8/2026).

Dalam keterangannya Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala membeberkan kronologi peristiwa tersebut. 

"Penyerahan barang yang dilindungi tersebut bermula dari kegiatan komsos rutin yang dilaksanakan personel Pos Perumbang untuk mengimbau masyarakat serta mencari informasi terkait keberadaan barang-barang ilegal, " tutur Letkol Arm Rokib Hanafi.

Berbekal pendekatan yang humanis dan edukatif, personel memberikan pemahaman mengenai larangan serta sanksi hukum kepemilikan satwa/bagian tubuh satwa yang dilindungi sebagaimana diatur dalam PP No. 7 Tahun 1999 dan Pasal 21 UU No. 5 Tahun 1990.

"Setelah memahami aspek hukum dan bahaya pidana yang dapat menjeratnya, Saudara JA dengan ikhlas dan sukarela menyerahkan sisik trenggiling tersebut kepada personel Pos Perumbang, " ujar Dansatgas Pamtas RI-MLY. 

Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-MLY mengapresiasi tinggi sikap kooperatif warga tersebut dan menegaskan bahwa kemanunggalan, kepercayaan masyarakat dan kedekatan emosional adalah kunci utama stabilitas keamanan di tapal batas. 

"Oleh karena itu, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala berkomitmen untuk terus menggencarkan Komsos persuasif di seluruh Desa binaan guna mengedukasi masyarakat demi kebaikan dan kepatuhan hukum bersama, " pungkas Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi. 


(Yoni) JBP

Jumat, 31 Juli 2026

Perkuat Kesiagaan di Tapal Batas, Dankolakopsrem Tinjau Kondisi Jajaran Pos Satgas Pamtas RI-MLY


KAPUAS HULU, JAYABAYA POS – Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Korem 121/Alambhana Wanawwai, Brigjen TNI Purnomosidi, melaksanakan kunjungan kerja ke jajaran Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Kalimantan Barat Sektor Timur Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (31/07/2026).

Kedatangan Dankolakopsrem 121/ABW beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi di Pos Komando Taktis (Kotis) Nanga Badau.

"Kunjungan kerja ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi prajurit, kesiapan pangkalan, sarana prasarana penunjang operasi, serta pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan darat RI-Malaysia, " ujar Dankolakopsrem 121/ABW, Brigjen TNI Purnomosidi. 

​Selain menginspeksi Pos Kotis, Brigjen TNI Purnomosidi juga melanjutkan pengarahan dan peninjauan langsung ke Pos Gabma Nanga Badau—yang merupakan pos integrasi pengamanan bersama antara prajurit TNI dan Tentara Darat Malaysia (TDM)—serta ke Pos Mentari. 

Dalam pengarahannya di hadapan para prajurit, Dankolakopsrem menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan, profesionalisme, moril, serta soliditas antar-satuan dan sinergitas dengan pasukan negara tetangga di garis batas.

​Dansatgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas perhatian serta petunjuk yang diberikan oleh Dankolakopsrem 121/ABW.

" Kunjungan ini menjadi dorongan moral dan motivasi yang sangat berharga bagi seluruh prajurit Nanggala Kostrad dalam mengemban amanah menjaga kedaulatan serta keamanan di tapal batas negara," kata Letkol Arm Rokib Hanafi. 

Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan kerja berjalan dengan aman, tertib dan lancar.


(Yoni) JBP


Kamis, 30 Juli 2026

Semangat Membangun Serta Siap Sejahterakan Masyarakat Dan Desa Karang Satria, Yayan Eko Wahyudi Daftar Bacakades Maju Pilkades


KABUPATEN BEKASI, JAYABAYA POS - Salah satu Kandidat Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) Karang Satria, Yayan Eko Wahyudi yang akrab di sapa Koko bersama belasan pendukung dan simpatisan mendatangi kantor Pilkades guna mendaftarkan diri dalam kontestasi Pilkades di Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun UtaraKabupaten Bekasi, pada Kamis (30/7/2026). 

Kegiatan tersebut berjalan cukup khidmad. Dimana proses pendaftaran yang dilakukan pihak panitia Pilkades melakukan verifikasi pemberkasan persyaratan yang cukup ketat.
 
Dalam penyampaiannya, Ketua Panitia Pilkades Karang Satria berharap agar tidak ada gesekan dari para pendukung dan simpatisan para Kandidat agar tidak ada keributan. Masing- masing diharapkan dapat menjaga sikap dengan menjaga kondusifitas kegiatan.

" Saya berharap pada 20 September para Kandidat sehat semuanya selain itu buat para pendukung semuanya mohon sikap dan perkataan itu semua dijaga agar tidak memancing emosional dari para pendukung Kandidat lain.  Bagi para calon agar menjaga kesehatan, " tutur Ketua Panitia Pilkades dalam penyampaiannya saat pendaftaran.

Usai serah terima pemberkasan baik asli maupun foto copy yang dinilai pihak panitia Pilkades telah lengkap dan memenuhi persyaratan.

"Intinya... Saya berharap Karang Satria itu walaupun pendatangnya banyak tetap kondusif, karena semua kita ini temen. Artinya mereka semuanya ini punya niat baik untuk membangun Karang Satria kedepan lebih baik lagi, " kata Noli usai kegiatan serah terima berkas tergenapi.

Semangat Membangun, Semangat Mensejahterakan, Bersama Kita Bisa

Dalam kesempatan yang sama kandidat Bacakades Karang Satria yang cukup dikenal sebagai "Koko" saat dikonfirmasi wartawan terkait keinginannya untuk tampil dalam kontestasi Pilkades Karang Satria.

" Alhamdulilah, terkait keinginan kami untuk mendaftar ini karena kami ingin sesuatu yang lebih baik diKarang Satria, " ujar Yayan Eko Wahyudi kepada wartawan usai serah terima berkas berlangsung.

Lanjutnya, " Keinginan kami diantaranya, pemberdayaan ekonomi, perbaikan lingkungan dan perbaikan Birokrasi. Kedepannya ekonomi akan kita tingkatkan buat masyarakan dan kesejahteraan warga khususnya Desa Karang Satria..."Semangat Membangun, Semangat Mensejahterakan! ", "tegas pria berkacamata yang akrab disapa Koko itu. 

Ia juga menjelaskan bahwa, sebelumnya sudah baik hanya perlu untuk ditingkatkan kembali agar lebih baik lagi.

" Banyak sekali inovasi-inovasi yang harus kita kembangkan sesuai dengan tekhnologi yang ada,  sesuai dengan kebutuhan zaman... baik yang kemaren baik.. ayo kita buat lebih baik lagi.. semuanya akan kita perbaiki agar lebih baik lagi! , " ungkapnya. 

Ditanyakan terkait optimisme dalam menghadapi 9 (Sembilan) Kandidat lainnya yang turut serta dalam kontestasi Pilkades Karang Satria.

"Sangat Optimis.. semua kawan-kawan tujuannya ingin memperbaiki dan menambahkan sesuatu yang lebih baik buat Desa Karang Satria, semua temen punya ide yang sama insyaallah lah dengan kita jalan bersama, tujuan kita bisa tercapai " Memuliakan Warga Desa Karang Satria! ", tujuannya itu," tandasnya.

Terkait mengenai bentuk  formula yang digunakan Kandidat Yayan Eko Wahyudi dalam menghadapi 9 (Sembilan) Kandidat lainnya? 

"Bentuk kita adalah bagaimana tentang berdemokrasi yang baik kepada setiap warga yang ada dilingkungan RW masing-masing. Kita edukasi, kita mitigasi masalah, kita datang, dinamika yang ada kita jabarkan dan penyelesaiannya bagaimana? ... Ayolah kita berbuat yang baik, semua masalah bisa diselesaikan... Bersama membangun dan menyelesaikan masalah . Insyaallah lah bersama-sama kita bisa.. optimislah.. Kita  sangat-sangat optimis! ", pungkas Bacakades Karang Satria, Yayan Eko Wahyudi.


Kamis, 11 Juni 2026

Giat HPN Bekasi Raya 2026, Aktivis RSDM Nilai Pemkot Bekasi Abaikan Program Utama Asta Cita Presiden


KOTA BEKASI, JAYABAYA POS - Kepedulian Pemerintah Kota Bekasi pada para disabilitas ibarat pepatah dinilai organisasi maupun masyarakat masih "Jauh Panggang Daripada Api" yang berarti sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, kendati program Disabilitas merupakan program prioritas utama Presiden (Masuk dalam ruang lingkup Asta Cita) namun ditengarai hal tersebut tidak menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi saat ini Dr. Tri Adhianto Tjahyono bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe. Sehingga terkesan "Dipandang Sebelah Mata', pada Kamis (11/6/2026).
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua yayasan peduli Disabilitas bernama "Rumah Singgah Disabilitas Mandiri" yang berlokasi di Bojong Menteng, Rawa Lumbu, Kota Bekasi.

"Ada banyak penyandang Disabilitas di Kota Bekasi ribuan dan hampir 7000 an (Tujuh Ribuan) penyandang Disabilitas di Kota Bekasi , " ungkap Paini. Pada Awak Media saat Pers menggelar Hari Pers Nasional 2026 di Kota Bekasi pada (11,12,13/6/2026). 

Ditanyakan apakah mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi untuk kebutuhan para penyandang Disabilitas? 

"Tidak sama sekali, kalau saya mah belum pernah.. saya menanggung anak-anak dari tahun 2007..yang namanya bantuan belum pernah,  kalau bantuan Covid pernah. Kalau bantuan PKH saya pribadi belum. . kalau dari komunitas ada Desil, nah Desil 1 sampai 5 dapet Desil enak ke atas enggak dapet. . Desil itu dari Kementerian Sosial ada tahapannya. . itu di input data ke Kemensos.. itu dari Kemensos katanya. . aku enggak tau.. orang aku juga enggak dapet, " papar Ketua Rumah Singgah Disabilitas Mandiri. yang juga selaku UMKM dengan menjajakan dagangannya di halaman depan Gedung Creative Center (GCC) Margahayu, Kota Bekasi dengan membayar sebesar Rp 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah) kepada komunitas GTI. (11/6). 

" Tapi banyak yang Desilnya di atas enam enggak dapet, kalau saya mah emang enggak pernah dapet. Kalau saya enggak dapet katanya listrik saya 4000, karenakan saya punya yayasan . . Yayasankan untuk menampung anak-anak Disabilitas, otomatis listrik enggak masuk 900-2000 gak cukup, bahkan rumah kamu kan ada dua. Jadi bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi tidak ada . . jadi belum ada, kalau untuk buat surat menyurat seperti keterangan tidak mampu itu dimudahkan tapi kalau dalam bentuk real nih tak kasih modal usaha.. nih dikasih beras sebulan berapa itu tidak ada, " bebernya menambahkan.

Ia menilai Bekasi Kota dibawah kepemimpinan Wali Kota Bekasi saat ini Dr. Tri Adhianto Tjahyono bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Abdul Harris Bobihoe kurang peduli terhadap para penyandang Disabilitas. 

"Selama kepemimpinan walikota sekarang belum ada bantuan berupa materi. Karena saya kan UMKM.. saya hanya mendapat bantuan tempat setiap hari selasa di taman , itu saja sudah disampein teruuus, " ujar Paini.

"Sudah tiga kali mengajukan bantuan tahun 2012, 2016 dan 2019 ke Dinas Sosial saya ngasihnya... jawabannya belum ada.. Jadi menurut saya.. ya kurang.. Kurang peduli terhadap Disabilitasnya, " tegasnya.

"Kalau penyandang Disabilitas se Kota Bekasi ada 7000, kalau saya tampung itu hanya 21 (Dua Puluh Satu) penyandang Disabilitas, kalau untuk pendidikan yang dirumah singgah belum ada bantuan..enggak tau kalau yang lainnya, tapi sepengetahuan saya belum ada, " imbuh Ketua Rumah Singgah Disabilitas Mandiri yang berlokasi di Bojong Menteng Rawa Lumbu.

Ia juga berharap kepada Walikota dan Wakil Walikota agar perduli dan dapat memberikan perhatian sedikit terhadap para penyandang Disabilitas ditengah kondisi 70% warga Kota Bekasi yang berada di bawah garis kemiskinan.

" Kami berharap semakin hari semakin bisa beliau memberi ruang kepada kami- kami penyandang Disabilitas terutama pemberdayaan ekonomi. Karena di Kota Bekasi ini Disabilitasnya banyak . . terus ekonominya 70% berada dibawah garis kemiskinan. Karena memang warganya kebanyakan tidak memiliki pekerjaan.. pekerjaan yang tetap ada yang tidak memiliki pekerjaan. Ditempat saya ada empat anak autis.. Sisanya usia produktif semua, " tutur pelàku Komunitas UMKM. 
"Kami berharap kepada Walikota Bekasi lebih memperdulikan kami terutama untuk anak-anak Disabilitas yang belum memiliki pekerjaan atau yang tidak memiliki pendidikan agar kami di beri ruang untuk bersama-sama menikmati kehidupan seperti orang-orang pada umumnya. Jadi di kasih kesempatan seperti pekerjaan di Pemerintahan. Itu ada sekian persennya yang harus di karyakan, " pungkas Ketua Rumah Singgah Disabilitas Mandiri, Paini.

Disabilitas Program Prioritas Nasional

Diketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia memiliki komitmen berkelanjutan untuk menjamin kesetaraan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui berbagai program prioritas nasional, seperti yang tertuang dalam visi Asta Cita.

Asta Cita : Fokus utamanya mencakup sektor bantuan sosial, akses pendidikan, penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, serta kuota lapangan pekerjaan.

Program-program prioritas presiden untuk penyandang disabilitas diimplementasikan melalui berbagai kementerian teknis, meliputi:

Bantuan Sosial (Bansos): Pemerintah menyalurkan bantuan reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang menyasar penyandang disabilitas berat untuk membantu kebutuhan hidup dan pemberdayaan mereka.

Fasilitas Infrastruktur Inklusif:P embangunan infrastruktur di berbagai daerah didorong agar menyediakan sarana aksesibel dan ramah disabilitas, seperti penyediaan ramps (bidang landai) dan guiding block untuk tunanetra pada fasilitas umum.

Akses Pendidikan: Memperluas sistem pendidikan inklusif dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, sehingga penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan kualitas pendidikan yang setara.

Afirmasi Lapangan Pekerjaan: Mendorong Kementerian, BUMN, dan perusahaan swasta untuk memenuhi kewajiban kuota lowongan pekerjaan (minimal 1-2%) bagi penyandang disabilitas.

Teknologi Adaptif: Pemberian dukungan berupa alat bantu penunjang kemandirian dan usaha, seperti kursi roda, motor roda tiga, dan tongkat penuntun.




POSTINGAN UNGGULAN

Cakades Jejalen Jaya Nomor Urut 2 Gelar Kampanye, Kumpul Sebra Optimis Raih Kemenangan Dalam Kontestasi Pilkades Jejalen Jaya

KABUPATEN BEKASI , JAYABAYA POS - Calon Kepala Desa (Cakades) Jejalen Jaya nomor urut dua, Kumpul Sebra beserta Tim Sukses menggelar kampan...

JAYABAYA POS

JAYABAYA POS

POSTINGAN TERUP-DATE


POLITIK - KEPEMERINTAHAN


HUKUM - KRIMINAL